Selasa, Juli 06, 2010

Hijau dan Gigi Kelinci yang membiru.

Aku terlarut dalam hijau..

Batinku memberontak, ingin pada biru.

Tetapi tak berdaya, terjerat cinta yang haru.

Adanya kini hanyalah saat ini, sekedar kenangan untuk selanjutnya.


Tentu aku tahu..

Cinta yang selalu mengusap benakku dan membawa pada angan yang semu.

Aku terkoyak dan ingin pada biru.

Sesekali hijaunya memangggilku, pembicaraan disaat merdunya memanggilku.

Ternyata biru masih saja ada, lagi aku ingin pada biru.

Senyummnya yang pernah ku kenal, biru adalah teman yang pernah sekilas ku tahu.

Menjadi dekat, dan waktu itu aku merindu.

Gigi kelinci yang membiru di hamparan sajak-sajak berjenjang.

Seperti waktu yang goyah, di hati adanya.


Hijaunya... selalu membuatku tersenyum.

Secercah keluguan yang memang nyata.

Ya, dia hijau.

Tetapi ada biru yang juga bergeming.


Sebuah untaian yang akan selalu menapaki jalanku.

Kisahnya ada dan sendu.

Antara hujau dan biru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar