Senin, November 23, 2009

Tak bisa ku terka kedalam hati Gigi Kelinci

Ada yang terlewatkan dari pengamatanku, tentang kedalaman hati seorang gadis yang aku cintai,
yaitu 'Gigi Kelinci'.


Dia istimewa, dan penghormatanku merupakan sebuah cinta yang aku ungkap.

Dia adalah diam yang penuh dengan makna serta syahdu.

Seratus hingga berjuta syair yang aku tulis untuknya,
tak akan cukup untuk menggambarkan betapa indah dirinya.

Aku tak berharap dia akan luluh karena syair-syair yang aku gubah untuknya.

Aku hanya mengungkapkan apa yang ingin aku ungkapkan, yang berasal dari nuraniku.

Luluh dan tidaknya hati seseorang, itu adalah misteri yang tak bisa dterka.
Karena hati punya hak yang tertinggi dalam perasaan.

Dia, belum memberikan jawaban kepadaku sampai batas waktu yang tak tentu,
cuma Allah yang tahu kapan cinta ini akan disatukan dalam perjanjian yang suci.

Seperti yang pernah aku nyatakan sebelumnya, aku teguhkan untuk menanti.

Jika ada seseorang yang datang kepadaku dan menyatakan perasaannya kepadaku,
maaf aku tak bisa, karena aku telah mempunyai pilihan yang telah aku tetapkan meskipun statusku hanya 'menanti'.

Penantian itulah yang menguatkan pondasi-pondasi yang aku sedang bangun.

Untuk Gigi Kelinci,
kita sama-sama tahu, maka biarlah cinta ini bersemi dalam penantian yang suci.

Insya Allah, keyakinan yang terjaga akan berakhir indah dalam penantian.

Dan aku tak tahu seberapa kedalaman hatimu mengenai kisah ini.

Dan aku tak sanggup menyentuh hatimu saat ini, aku akui.

Biar cinta ini menemukan jalannya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar