Senin, Desember 28, 2009

Kalian kejam.. Terlebih lagi kamu..

Bukan gurauan dan memang ada, nyata.. Sungguh nyata

Aku tak bilang kau kejam, tapi kau kejam

Tapi sadarkah kau, bahwa yang kau lakukan sangat menyakitkan

Telapak kakimu membekas di setiap jejak, sebesar jejak gajah yang berumur remaja

Begitu juga sikapmu seperti gajah yang berumur belia

Ini tentang kelucuan yang memang mendasar, mendalam, menyakitkan, dan kepalsuan

Tidak, tapi iya! Iya, memang iya!

Aku mengenalmu, ku amati jemari tangan dan kakimu, semuanya seperti jempol

Aku tertawa jika mengingat itu, jempol yang terpasang dalam sebuah persekongkolan dengan luasnya dahi yang bersinar

Sungguh unik.. Dan memang unik..

Tapi keunikan itu telah menyebabkan kesakitan hati yang teramat dalam

Kau menatapku dengan garis matamu yang segaris tipis,seperti terbangun dari tidur,apa yang kau tatap? Apakah bisa kau menatapku disaat gontai menjauh darimu? Aku pergi, yang disebabkan oleh kamu dan pasanganmu yang memakai balon di kepalanya

Hahaha... Balon berwarna merah,dengan matanya yang merah, seperti mengedan, berkeringat dan kehabisan nafas ketika marah

"Grrrrr" sungguh lucu..

Seperti huruf '10'.. Ups! Maksudku angka '10', kalian saat ini adalah yang paling unik!

Tapi kalian kejam..

Temanku berkata bahwa dia telah melihatmu (jemari jempol) beberapa hari yang lalu, dia bilang padaku bahwa kau seperti 'lepet' (sebuah makanan berbahan dasar beras dibungkus daun pisang,seperti lontong tetapi tidak lonjong).
Aku tertawa terbahak-bahak! Sungguh lucu..

Kau kejam, tapi kau pernah berbaik hati padaku dan aku juga berbaik hati padaku

Mulutmu pedas, dan tulisan ini juga pedas, jadi sama-sama pedas

Sadarkah yang kau lakukan itu menyakitkan?

Semoga damai bersama lampu pijar yang bersinar siang dan malam

Semoga sendal dan sepatumu sanggup untuk menopang beban yang setara dengan gajah remaja

Oh betapa uniknya hidup ini

Dan semuanya telah berada dalam jalurnya..

Memang kejam.. Memang unik..

Semoga tidak terpeleset, pegangi pasanganmu jangan sampai lampu pijar di dahinya mati...

Jagalah tetap bersinar, menerangi jalan kalian dengan hati yang sesungguhnya redup

Sungguh kejam..

Sekian..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar